Kumpulan Ucapan Hari Raya Waisak 2019 / 2563 BE Lengkap [Update]

On Saturday, May 04, 2019
Ucapan Hari Raya Waisak

Hari Raya Waisak

Waisak atau Waisaka (Pali; Sanskrit: Vaiśākha वैशाख) merupakan hari suci agama Buddha. Hari Waisak juga dikenal dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Vesak di Malaysia, dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka. Nama ini diambil dari bahasa Pali "Wesakha", yang pada gilirannya juga terkait dengan "Waishakha" dari bahasa Sanskerta. Di beberapa tempat disebut juga sebagai "hari Buddha".

Dirayakan dalam bulan Mei pada waktu terang bulan (purnama sidhi) untuk memperingati 3 (tiga) peristiwa penting, yaitu :
  1. Lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 S.M.,
  2. Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodh Gaya) pada usia 35 tahun pada tahun 588 S.M.
  3. Buddha Gautama parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun pada tahun 543 S.M.
Tiga peristiwa ini dinamakan "Trisuci Waisak". Keputusan merayakan Trisuci ini dinyatakan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists - WFB) yang pertama di Sri Lanka pada tahun 1950. Perayaan ini dilakukan pada purnama pertama di bulan Mei.

Perayaan Waisak Di Indonesia

Perayaan Hari Raya Waisak di Indonesia mengikuti keputusan WFB. Secara tradisional dipusatkan secara nasional di komplek Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Rangkaian perayaan Waisak nasional secara pokok adalah sebagai berikut:
  1. Pengambilan air berkat dari mata air (umbul) Jumprit di Kabupaten Temanggung dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan.
  2. Ritual "Pindapatta", suatu ritual pemberian dana makanan kepada para bhikkhu/bhiksu oleh masyarakat (umat) untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan kebajikan.
  3. Samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama. Penentuan bulan purnama ini adalah berdasarkan perhitungan falak, sehingga puncak purnama dapat terjadi pada siang hari.
Selain tiga upacara pokok tadi dilakukan pula pradaksina, pawai, serta acara kesenian.

Makna Hari Raya Waisak

Salah satu hari raya agama Buddha adalah hari raya Trisuci Waisak. Kata “Waisak” sendiri berasal dari bahasa Pali “Vesakha” atau di dalam bahasa Sansekerta disebut “Vaisakha”. Nama “Vesakha” sendiri diambil dari bulan dalam kalender buddhis yang biasanya jatuh pada bulan Mei kalender Masehi. Namun, terkadang hari Waisak jatuh pada akhir bulan April atau awal bulan Juni.

Hari Raya Waisak sendiri dikalangan umat Buddha sering disebut dengan hari raya Trisuci Waisak. Disebut demikian karena pada hari Waisak terjadi tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Pangeran Sidhartha Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Pertapa Gautama, dan mangkatnya sang Buddha Gautama. Tiga kejadian tersebut—kelahiran, penerangan, kematian— terjadi pada hari yang sama ketika bulan purnama di bulan Waisak.

Biasanya pada hari waisak, umat Buddha merayakannya dengan pergi ke wihara dan melakukan ritual puja-bhakti. Harus dimengerti bahwa umat Buddha melaksanakan ritual puja-bhakti adalah bertujuan untuk mengingat kembali ajaran sang Buddha, menyontoh perilaku sang Buddha dan melaksanakan ajaran agama Buddha. Bagi umat Buddha, hal tersebut berarti menaati peraturan moral, seperti menghindari pembunuhan makhluk hidup, mencuri, berbuat asusila, berbohong dan mabuk-mabukkan. Selain kelima larangan tersebut, umat Buddha ketika hari Waisak biasanya mengembangkan cinta-kasih dengan cara membantu fakir-miskin atau mereka yang membutuhkan, melepas hewan (biasanya burung) sebagai simbol cinta-kasih dan penghargaan terhadap lingkungan, serta merenungkan segala perbuatan yang telah dilakukan apakah baik atau buruk sehingga diharapkan di masa mendatangkan tidak mengulangi perbuatan yang buruk yang dapat merugikan.

Waisak sebagai sebuah hari raya agama Buddha bisa memberikan contoh yang positif kepada setiap orang. Contoh positif yang dapat diteladani adalah pengembangan cinta-kasih kepada setiap makhluk hidup. Wujudnya bisa berupa berdana membantu mereka yang membutuhkan, mendonorkan darah, menjaga lingkungan sekitar dengan hidup sederhana atau perbuatan-perbuatan baik lainnya. Akhirnya satu harapan besar dari hari Waisak tersebut adalah bahwa setiap manusia diharapkan dapat merenungi segala perbuatannya dan setiap saat selalu hidup dengan rasa cinta-kasih tanpa kebencian, seperti yang tertulis di dalam Dhammapada, “Kebencian tidak akan selesai jika dibalas dengan kebencian, tetapi hanya dengan memaafkan dan cinta-kasihlah maka kebencian akan lenyap.”

Ucapan Hari Raya Waisak

"Selamat Hari Trisuci Waisak untuk umat Buddha. Nafas ajaran Buddha adalah Metta, cinta kasih pada semuanya. Semoga semua makhluk berbahagia."

Seorang Budha telah meninggalkan semua kemuliaannya yang fana
Untuk mendapatkan kemuliaannya yang hakiki
Yaitu ketenangan batin dan terlepasnya dari pengaruh dunia
Sehingga tidak lagi terikat dengan hal-hal yang jahat (negatif)
Karena itulah patut kita teladani
Selamat hari Raya Waisak Tahun 2019

Semoga Semua Makhluk Hidup Selamanya dalam Kebahagiaan
dan Bebas dari Segala Kebencian dan Permusuhan
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2019

Jika selama hidup kita meneladani perbuatan baik sang Buddha
Maka pastilah kita akan mendapatkan kemuliaan lahir dan Bathin
Selamat hari Waisak. Selamat Hari Waisak 2019

Selamat Hari Raya Waisak 2563
Semoga semua Makhluk berbahagia selamanya.

Atthana Rakkhati
Saranam Dhammam
Annanam Saranam
Dhammam Lokhiya Rakhati
Selamat Hari Waisak 2563 BE

Tiada Perlindungan yang Aman di Dunia ini,
Kecuali Dhamma Yang Dipraktekkan dengan ketulusan Hati
Selamat Merayakan Hari Raya Waisak Tahun 2019
Selamat Hari Raya Waisak 2563
Sabhe satha bhavantu sukitatha
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Sadhu sadhu sadhu

Semoga Hari Raya Waisak ini membawa Kedamaian, Ketentraman,
Kesejahteraan dan Kebahagiaan bagi semua makhluk.
Annanam Saranam

Tiada Perlindungan yang Aman di Dunia ini, Kecuali Dhamma yang Dipraktekkan dengan ketulusan Hati
Selamat Merayakan Hari Raya Waisak Tahun 2019

Buddha quotes for Vesak Day

  1. There are only two mistakes one can make along the road to truth; not going all the way, and not starting.
  2. You will not be punished for your anger, you will be punished by your anger.
  3. Do not dwell in the past, do not dream of the future, concentrate the mind on the present moment.
  4. No one saves us but ourselves. No one can and no one may. We ourselves must walk the path.
  5. We are shaped by our thoughts; we become what we think. When the mind is pure, joy follows like a shadow that never leaves.
  6. Health is the greatest gift, contentment the greatest wealth, faithfulness the best relationship.
  7. Better than a thousand hollow words, is one word that brings peace.
  8. Three things cannot be long hidden: the sun, the moon, and the truth.
  9. The mind is everything. What you think you become.
  10. To keep the body in good health is a duty… otherwise we shall not be able to keep our mind strong and clear.

Buddha quotes for Vesak Day (Plus Indonesia)

  • Beyond the darkness there is light. Beyond the darkness there is wisdom. Mey the Lord Buddha guide you to the path of glory.
    (Di balik kegelapan ada terang, di balik kegelapan ada kebijkasanaan. Semoga Sang Buddha membimbing kamu ke jalan kemuliaan)
  • Words have the power to both destroy and heal. When words are both true and kind, they can change our world (The Buddha)
    (Kata-kata memiliki kekuatan untuk menghancurkan dan menyembuhkan. Ketika kata-kata benar dan baik, itu dapat mengubah dunia kita - Sang Buddha)
  • Just as candle cannot burn without fire, men cannot live without a spiritual life (Buddha)
    (Sama seperti lilin tidak dapat tidak dapat terbakar tanpa api, begitu pula manusia tidak dapat hidup tanpa kehidupan spiritual)
  • Wishing that teaching of the Buddha guide you and blesses you with peace
    (Semoga ajaran Buddha membimbing kamu dan memberkatimu dengan damai)
  • May this Vesak be a time of reflection, peace and happiness
    (Semoga Waisak ini menjadi momen refleksi, kedamaian dan kebahagiaan)