KISAH NABI YAHYA AS

On Saturday, May 04, 2019
KISAH NABI YAHYA AS

Kisah Nabi Yahya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyampaikan kabar lahirnya Nabi Yahya Alaihissalam dalam Al Quran surat Al Maryam ayat 7. Namanya pun merupakan pemberian langsung dari Allah subhanahu wa ta’ala, dimana sebelumnya belum pernah ada orang lain yang memiliki nama seperti itu.

Masa kecil Nabi Yahya Alaihissalam, hanya diisi dengan mendalami agama Allah dan melakukan hal-hal yang bermanfaat saja. Pada saat diajak bermain-main oleh teman-temannya, Nabi Yahya kecil menjawab bahwa manusia diciptakan bukan untuk bermain-main.

Berbeda dengan teman-teman sebayanya yang lebih suka menyiksa binatang saat bermain. Nabi Yahya lebih memilih memberi makan binatang-binatang yang dijumpainya. Maka tidak heran binatang-binatang pun menaruh hormat kepada Nabi Yahya Alaihissalam.

Nabi Yahya tumbuh menjadi seorang anak yang sholeh gemar berbagi kasih sayang, cerdas, dan berbakti kepada orang tua. Suatu ketika Nabi Yahya Alaihissalam, sedang menyendiri di sebuah gurun untuk berdoa, saking cintanya kepada Allah SWT, hingga air matanya menetes tak terbendung.

Tangisan Nabi Yahya ini, membuat binatang-binatang yang biasanya saling mengaung atau melonglong, tiba-tiba terdiam. Binatang-binatang ini, mengetahui bahwa yang sedang berdoa di gurun itu adalah Nabi Yahya Alaihissalam.

Para binatang menghormati dan selanjutnya menjauh, tujuannya agar tidak mengganggu doa Nabi Yahya Alaihissalam. Ini juga yang menjadi salh satu mukjizat nabi Yahya AS.

Ada sebuah riwayat, suatu ketika Abu Idris Al khaulani berkata:

“Bahwa manusia yang paling baik makanannya adalah Nabi Yahya Alaihissalam, ia makan dedaunan bersama dengan hewan darat yang buas ataupun yang jinak, hal ini untuk menjaga diri dari rusaknya kehidupan manusia”

Makanan Nabi Yahya

Terkadang beliau juga makan belalang, sementara minumnya pun langsung dari air sungai yang mengalir, dari kebiasaan inilah beliau merasakan bahwa manusia lah yang paling banyak menerima nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Sesungguhnya kekayaan sejati adalah kekayaan hati yang ikhlas menerima apapun pemberian Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

5 Pesan untuk kaum Bani Israil

Setelah dewasa Nabi Yahya diperintahkan oleh Allah untuk mendalami Kitab Taurat dan menyampaikan lima pesan untuk diajarkan kepada kaum Bani Israil yaitu:

  1. Perintah agar beribadah hanya kepada Allah
  2. Mengerjakan Sholat
  3. Melaksanakan sedekah
  4. Melaksanakan berpuasa
  5. Memperbanyak berdzikir

Seperti ayahnya yaitu Nabi Zakaria Alaihissalam, pada kisah Nabi Yahya mengajak kaum Bani Israil untuk beribadah hanya kepada Allah, serta menjauhi segala larangan larangannya.

Ia banyak memberikan ceramah kepada pendeta pendeta Yahudi, kegigihan Nabi Yahya dalam berdakwah membuahkan hasil yang menggembirakan, semakin banyak masyarakat kaum Bani Israil yang mengikuti ajaran Nabi Yahya Alaihissalam.

Nabi Yahya dikenal dan disegani oleh seluruh kalangan, bahkan Nabi Yahya Alaihissalam diangkat menjadi pemimpin para pendeta Yahudi yang sering berisikan orang-orang yang ingin bertobat di Sungai Jordan.

Menentang Raja Herodes

Nabi Yahya Alaihissalam juga diperintahkan untuk menyadarkan seorang raja yang menguasai sebuah kerajaan buatan Romawi di kota Yerusalem. Pada saat itu raja ingin menikahi keponakan nya sendiri.

Hal ini tentu saja dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala, di dalam Kitab Taurat, karena keponakan masih merupakan kerabat dekat atau mahromnya sendiri.

Raja tersebut bernama Herodes, ia sangat jatuh cinta dengan kecantikan keponakannya sendiri yang bernama Hirodia.

Dari awal, Raja telah mengetahui bahwa menikahi mahram nya sendiri merupakan hal yang dilarang dalam hukum Taurat, ternyata Hirodia justru bersedia menjadi permaisuri raja Herodes.

Para penafsir kerajaan telah mengingatkan, tetapi raja dan calon permaisurinya tetap saja ingin melaksanakan pernikahan. Dakwah Nabi Yahya Alaihissalam tidak membuat raja dan calon permaisurinya sadar.

Kedatangan nabi Yahya ke istana justru membuat Raja Herodes marah besar, karena Nabi Yahya dianggap telah membuat Hirodia menangis dan bersedih hati.

Raja segera memerintahkan pasukannya untuk menangkap dan membunuh Nabi Yahya Alaihissalam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala terus membimbing Nabi Yahya Alaihissalam sehingga pada saat Nabi Yahya Alaihissalam ditangkap, ia tidak melakukan perlawanan sedikitpun.

Kemudian para pengawal kerajaan membawa Nabi Yahya untuk dihukum mati, selanjutnya Hirodia meminta kepada raja, agar kepala Nabi Yahya Alaihissalam dihadapkan kepadanya setelah dipenggal.

Setelah peristiwa itu terjadi, Allah Subhanahu Wa Ta’Ala menurunkan azab yang sangat pedih, yaitu tubuh Sang Raja yang zalim beserta keluarganya, berubah wujud tidak lagi sebagai manusia.

Ketika Nabi Yahya Alaihissalam wafat, tidak hanya para pengikutnya dari golongan manusia saja yang bersedih tetapi hewan dan tumbuhan juga turut berduka.

Kematian Nabi Yahya AS, membuat semua merasa sangat kehilangan sosok Nabi yang lemah lembut dan penuh kasih sayang. Nabi Yahya Alaihissalam, dimakamkan di masjid Umayyah atau yang saat ini dikenal dengan Masjid Agung damaskus.

Alquran Surat Maryam ayat 15. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan jaminan keselamatan kepada Yahya Alaihissalam pada tiga fase tersulit dalam kehidupan setiap manusia, yaitu:

  1. pada saat kelahirannya
  2. pada saat meninggal dunia
  3. pada saat dibangkitkan dari kubur kelak

Nabi Yahya dan Nabi Zakaria AS wafat

Di zaman Nabi Yahya ada seorang raja yang ingin kawin dengan anak tirinya sendir. KArena waktu itu sudah tertib hukum, maka Nabi Yahya melarang keinginan raja tersebut, karena hukum Tuhan melarang mengawini anak tirinya sendiri.

Karena itu raja pun marah kepada yahya, lalu dibunuhnya, ayahnya dianggap berani menghalangi kekuasaan raja. Nabi Yahya dan Nabi Zakaria yang dianggap menghalangi kemauan raja dibunuh. Pertama Nabi Yahya lebih dahulu dibunuh, kemudian atas idzin Allah Nabi Zakaria masuk ke dalam suatu pohon yang waktu itu membelah diri jadi dua, dan Nabi Zakaria masuk ke dalam pohon itu, kemudian setelah Nabi Zakaria masuk dalam pohon itu, lalu terkaputlah pohon tersebut menjadi biasa.

Baca Juga : Kisah Nabi Zakaria AS

Petugas raja mencari-cari Nabi Zakaria, tetapi di tempat persembunyiannya beliau tidak ada. Maka mereka berpendapat bahwa Nabi Zakaria pasti mempunyai sihir, dna tentulah ia berada dalam pohon tersebut untuk bersembunyi.

Pohon tersebut digergajinya, maka Nabi Zakairia meninggal di dalamnya tergergaji terbelah menjadi dua. Demikian riwayata rasulullah dalam mempertahankan hukum Allah. Karena usaha kerahnya dalam menegakkan hukum Allah, sehingga ia meninggal sahid.