KISAH NABI ILYASA AS

On Tuesday, May 07, 2019
KISAH NABI ILYASA AS
Nabi Ilyasa adalah nabi selanjutnya untuk bani Isra’il (bangsa Israel). Dia menghadapi sikap penyangkalan Raja dan Ratu Israel terhadap agama Islam sepeninggal Nabi Ilyas AS. Nabi Ilyasa AS menunjukkan banyak mukjizat untuk menunjukkan kekuasaan Allah, tapi mereka malah menyebutnya tukang sihir, sama seperti ketika mereka menyebut Nabi Ilyas AS sebelumnya.

Mereka terus membangkang sepanjang hidup Nabi Ilyasa AS. Setelah beberapa lama, Bani Isra’il ditaklukkan oleh Bangsa Siria. Bangsa Siria menghancurkan Kuil Gunung dan menyebabkan kerusakan parah di Isra’il. Beliau adalah putra dari paman Nabi Ilyas AS. Beliau melaksanakan dakwah setelah Nabi Ilyas AS wafat. Karenanya dalam berdakwah Beliau berpegang teguh pada syari’at dan metode nabi Ilyas AS.

Mukjizat Nabi Ilyasa AS


  • Keluarnya binatang buas sejenis beruang dari hutan secara tiba-tiba, untuk menerkam dan mencabik-caik tubuh anak-anak kafir yang mengejek Nabi Ilyasa AS sebagai azab Allah kepada mereka.
  • Keluarnya air yang banyak secara ajaib untuk diminum.
  • Nabi Ilyasa AS dengan seizin Allah SWT bisa memperbanyak minyak milik seorang janda miskin yang tujuannya untuk menolong janda tersebut agar minyaknya bisa dijual, serta menyelamatkan anak-anak janda tersebut yang akan dijadikan budak (hamba sahaya).
  • Menghidupkan kembali seorang anak yang sudah meninggal dunia.
  • Melemparkan tepung ke dalam kuali yang bertujuan untuk menghilangkan racun makanan yang akan dimakan oleh nabi.
  • Memberi makan 100 orang dengan 20 roti jelai dan gandum, bahkan masih ada sisanya.
  • Menyembuhkan penyakit kulit Naamaan,  panglima raja Siria.
  • Mampu membuka mata ghaib pelayannya supaya ia bisa melihat para malaikat yang ada di sekitar gunung di Israel untuk mengepung tentara Siria.
  • Membuat kapak mengapung di permukaan air setelah dilempar oleh sepotong kayu.
  • Selalu mengetahui strategi perang Bangsa Siria yang kala itu menjadi musuh kaum Nabi Ilyasa AS yang akan menggempurnya, sehingga Bangsa Siria gagal untuk menggempur.
  • Nabi Ilyasa AS mampu membuat buta mata para prajurit Siria yang akan menggempur kaumnya (bani Isra’il). Kemudian Nabi Ilyasa AS menutun mereka semua menuju ke hadapan Raja Isra’il. Nabi Ilyasa AS menyuruh Raja Isra’il untuk menjamu mereka semua dan jangan membunuh mereka satupun, serta mereka harus diizinkan pulang kembali ke Siria, negeri mereka. Dan setelah itu, damailah Bangsa Siria dan Bani Isra’il.

PERTEMUAN DENGAN NABI ILYAS AS

Dahulu, pada saat Nabi Ilyas AS dikejar-kejar oleh kaumnya yang akan membunuhnya, maka beliau AS bersembunyi di dalam rumah Nabi Ilyasa AS. Jadi besar kemungkinan Nabi Ilyasa AS  juga tinggal di seputar lembah sungai Jordan.
Ketika Nabi Ilyas AS bersembunyi di dalam rumah Nabi Ilyasa AS, ketika itu Nabi Ilyasa AS masih seorang belia. Saat itu beliau AS tengah menderita sakit, kemudian Nabi Ilyas AS membantu menyembuhkan penyakitnya.

Setelah sembuh, Nabi Ilyasa AS pun menjadi anak angkat Nabi Ilyas AS yang selalu mendampingnyai untuk menyeru kaumnya ke jalan yang benar dan menghindari kesesatan. Nabi Ilyasa AS melanjutkan tugas kenabian tersebut begitu Nabi Ilyas AS meninggal dunia. Nabi Ilyasa AS melanjutkan misi ayah angkatnya, agar kaumnya kembali taat kepada ajaran Allah SWT.

Nabi Ilyasa AS kemudian mendapati bahwa manusia ternyata begitu mudah kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Nabi Ilyas AS wafat. Padahal masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Nabi Ilyas AS agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa AS tak lelah menyeru kaumnya ke jalan yang benar dan menghindari kesesatan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar seruan (dakwah) Nabi Ilyasa AS, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar biasa.

MENJADI NABI ALLAH

Ketika Nabi Ilyas AS sedang tertidur, maka datanglah malaikat untuk yang kedua kalinya kepadanya. Malaikat Allah datang menyentuhnya dan berkata: “Hai Ilyas, bangunlah. Makanlah, supaya kau dapat tahan mengadakan perjalanan jauh!”. Nabi Ilyas AS bangun, lalu makan dan minum. Beliau AS menjadi kuat dan dapat berjalan selama 40 hari lamanya ke Jabal Tsur (Gunung Sinai). Di sana Nabi Ilyas AS bermalam di dalam goa.

Ketika Nabi Ilyas AS berada disana, maka Allah SWT mengazab Ratu Izaibil dan orang-orang Israel dengan ditimpa musibah yang berat, yaitu gempa bumi yang dahsyat sehingga mereka mati bergelimpangan. Selesailah halaman kehidupan dunia mereka dan mereka akan dihadirkan di hadapan Allah SWT pada hari kiamat.

Setelah itu, Allah SWT berfirman kepadanya:
“Hai Ilyas, kembalilah dan lantiklah Ilyasa supaya dia menjadi nabi untuk menggantikan engkau. Jangan putus asa lagi. Masih ada 7000 orang di Isra’il yang tetap setia kepada-Ku dan tidak pernah sujud menyembah patung Dewa Ba’!!”

Lalu berangkatlah Nabi Ilyas AS ke rumah Nabi Ilyasa AS dan mendapatinya sedang membajak dengan pasangan sapi. Ketika Nabi Ilyas AS melewati Nabi Ilyasa AS, Nabi Ilyas AS melepaskan jubahnya dan melemparkannya ke bahu Nabi Ilyasa AS. Nabi Ilyasa AS meninggalkan sapi-sapinya dan mengikuti Nabi Ilyas AS yang melantiknya menjadi nabi Allah juga. Kemudian Nabi Ilyasa AS minta ijin berpamitan kepada orangtua nya, lalu berqurban yakni menyembelih sepasang domba dan memasak dagingnya. Kemudian dia memberikan daging domba itu kepada para pembantu nya, kemudian mereka pun memakannya.

Sesudah itu Nabi Ilyasa AS bersiap-siap untuk menjadi nabi yang bertugas untuk membantu Nabi Ilyas AS dalam dakwahnya terhadap Bani Isra’il..

KISAH NABI ILYASA AS MENYEMBUHKAN NAAMAAN

Setelah nabi Ilyas AS, nabi bani Isra’il yang sekarang adalah Nabi Ilyasa AS. Ketahuilah bahwa Nabi Ilyasa AS adalah teman Nabi Ilyas AS yang sekaligus anak angkat Nabi Ilyas AS. Pada zaman Nabi Ilyas AS dan Nabi Ilyasa AS, Israel diperintah oleh seorang raja yang bernama Ahab. Dan didalam cerita ini, Raja Ahab sudah mati. Seorang raja Israil yang baru naik tahta. Raja yang baru tersebut jahat seperti Raja Ahab, tetapi tidak sejahat Raja Ahab.

Waktu itu terjadi perang antara Bani Isra’il dan Bangsa Siria. Pada suatu waktu orang Siria menyerbu negeri Isra’il. Ada seorang anak perempuan Isra’il yang ditangkap. Ia dibawa ke Siria sebagai tawanan, kemudian ia menjadi hamba bagi istri Naaman. Naaman adalah panglima angkatan bersenjata Siria yang sangat dicintai dan dihargai oleh raja Siria. Naaman adalah seorang panglima yang perkasa, tetapi ia berpenyakit kulit yang mengerikan.

Anak perempuan yang ditangkap itu tidak membenci istri Naaman atau Naaman. Ia berbelas kasihan kepada Naaman yang berpenyakit kusta. Pada suatu hari ia berkata kepada Ibu Naaman: “Nyonya, sekiranya Tuan pergi menemui nabi yang tinggal di Isra’il, pastilah nabi itu akan menyembuhkan Tuan”.

Ibu Naaman berharap sekali bahwa itu akan terjadi. Ia cepat-cepat pergi menemui Naaman dan memberitahukannya bahwa ada seorang nabi di Isra’il yang dapat menyembuhkannya. Ketika Naaman mendengar hal itu, ia pergi kepada sang raja dan menceritakan apa yang dikatakan oleh anak perempuan itu. Raja berkata: “Baik, pergilah kepada raja Isra’il. Saya akan menulis surat kepadanya”.

Naaman berangkat dengan membawa perak, emas, dan pakaian yang bagus sebagai bayaran bagi nabi itu. Juga ia membawa surat dari raja Siria yang berbunyi demikian: “Melalui surat ini aku memperkenalkan perwiraku, Naaman, kepada Tuan supaya Tuan menyembuhkan dia dari penyakitnya!”.

Ketika raja Israil membaca surat itu, ia merobek-robek pakaiannya karena cemas. Ia berkata: “Celaka, aku bukan Allah yang mempunyai kuasa untuk menghidupkan atau mematikan orang! Pasti raja Siria itu hanya mencari gara-gara denganku!”.

Nabi Ilyasa AS mendengar hal itu, dan mengirim pesan ini kepada raja Isra’il: “Mengapa cemas? Suruhlah orang itu datang kepada saya supaya ia tahu bahwa di Isra’il ini ada seorang nabi Allah yang benar!”.

Karena itu Naaman pergi ke rumah Nabi Ilyasa AS dan berhenti di depan pintu. Nabi Ilyasa AS mengutus seorang pelayan untuk berkata begini kepada Naaman: “Pergilah, Tuan mandi 7 kali di Sungai Yordan, nanti Tuan akan sembuh sama sekali”.

Mendengar itu, Naaman marah dan berkata: “Saya pikir ia akan keluar sendiri menemui saya, dan berdoa kepada Allah, Tuhannya, serta menggerakkan tangannya di atas bagian badan saya yang sakit ini, lalu saya akan menjadi sembuh. Sungai-sungai di Siria lebih baik daripada sungai mana pun juga di Isra’il! Saya dapat mandi di sana dan menjadi sembuh!”.

Tetapi pelayan-pelayan Naaman berkata: “Tuan, kalau nabi itu menyuruh Tuan melakukan sesuatu yang sulit, pasti Tuan akan melakukannya. Coba ikutilah perintahnya! Ia hanya menyuruh Tuan mandi supaya sembuh!”.

Sebab itu Naaman pergi ke Sungai Yordan, lalu mandi 7 kali di sungai itu seperti yang telah disuruh oleh Nabi Ilyasa AS. Kulitnya lalu menjadi sehat kembali seperti kulit anak muda. Naaman kembali kepada Nabi Ilyasa AS dan mencoba memberi perak, emas, dan pakaian itu kepada Nabi Ilyasa AS, tetapi Nabi Ilyasa AS menjawab: “Saya tidak akan menerima pemberian apa pun. Pergilah dengan selamat!”. Lalu Naaman berkata: “Sekarang saya tahu, bahwa di seluruh dunia hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah SWT. Mulai sekarang saya akan menyembah Allah Yang Mahakuasa, yang disembah oleh bani Isra’il dan tidak akan menyembah tuhan lain”.

MENGALAHKAN TENTARA SIRIA

Pada suatu waktu, Siria berperang lagi dengan bani Isra’il. Setelah berunding dengan para perwiranya, raja Siria menentukan, di mana mereka harus berkemah. Tetapi Nabi Ilyasa AS mengirim berita kepada raja Isra’il untuk memperingatkan dia supaya jangan pergi ke tempat perkemahan tentara Siria itu. Jadi, raja Isra’il memperingatkan orang-orang yang tinggal di dekat tempat itu supaya siap siaga. Demikianlah Nabi Ilyasa AS beberapa kali memperingatkan raja.
Hal itu sangat menjengkelkan raja Siria sehingga ia memanggil para perwiranya dan bertanya: “Pasti di antara kita ada yang berkhianat. Siapa orangnya?”

Seorang perwira menjawab: “Tidak ada seorang pun, Baginda. Nabi Ilyasa AS menyampaikan kepada raja Isra’il, apa yang Baginda ucapkan, sekalipun itu dikatakan di dalam kamar tidur”.
Raja memerintahkan: “Selidikilah di mana dia, supaya bisa saya tangkap dia!”. Lalu raja Siria mengirim suatu pasukan yang besar ke sana disertai kuda dan kereta perang. Pada waktu malam mereka tiba di kota, di mana Nabi Ilyasa AS tinggal dan mengepungnya.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, pelayan Nabi Ilyasa AS bangun dan keluar. Ia melihat tentara Siria mengepung kota itu dengan kuda dan kereta perang. Jadi, ia kembali kepada Nabi Ilyasa AS dan berkata: “Celaka kita, Tuan! Apa yang harus kita lakukan?”

Nabi Ilyasa AS menjawab: “Tidak usah takut. Tentara kita jauh lebih banyak daripada tentara mereka!”. Pelayannya mengamati Nabi Ilyasa AS untuk memeriksa apakah dia sudah gila! Lalu Nabi Ilyasa AS berdoa: “Yaa Allah, tolong bukalah mata pelayanku supaya ia melihat!”. Allah SWT mengabulkan doa Nabi Ilyasa AS. Ada gunung yang mengelilingi kota Nabi Ilyasa AS. Ketika pelayannya itu melihat lagi, ia melihat gunung itu penuh dengan kuda berapi dan kereta berapi yang mengelilingi Nabi Ilyasa AS.

Ketika orang-orang Siria itu menyerang, Nabi Ilyasa AS berdoa: “Yaa Allah, yaa Ilahi Rabbi, butakanlah orang-orang ini!”. Allah SWT mengabulkan doa Nabi Ilyasa AS. Mereka semuanya menjadi buta. Nabi Ilyasa AS mendatangi mereka dan berkata: “Kalian tersesat. Ini bukan kota yang kalian cari. Mari ikut saya, nanti saya antarkan kepada orang yang kalian cari!”. Lalu Nabi Ilyasa AS mengantar mereka ke ibu kota, Samaria.

Pada waktu mereka tiba di Samaria, Nabi Ilyasa berdoa: “Yaa Allah, bukalah mata mereka supaya mereka melihat!”. Allah SWT mengabulkan doa Nabi Ilyasa AS. Dia membuka mata orang-orang itu sehingga mereka heran melihat bahwa mereka berada di kota Samaria.

Ketika raja Isra’il melihat tentara Siria itu, maka dia bertanya: “Hai Ilyasa, haruskah saya membunuh orang-orang ini?”.

Nabi Ilyasa AS menjawab: “Jangan! Berilah mereka makanan dan minuman, lalu biarkan mereka kembali kepada raja mereka!”. Maka raja Isra’il mengadakan pesta besar bagi mereka. Setelah itu orang-orang Siria berhenti berperang dengan orang-orang Isra’il.

MAKAM NABI ILYASA AS

Wallahu a’lam bi showwab… Entah dimana kuburan Nabi Ilyasa AS.
Namun, disebutkan ada “Makam Nabi Ilyasa AS” di Alaujam, daerah timur Saudi Arabia. Namun dilaporkan bahwa makam ini telah dipindahkan oleh pemerintah karena tidak sejalan dengan ajaran Islam Sunni, meskipun di di masa lampau dikunjungi pendatang dari luar negeri.

Dakwah Nabi Ilyasa

Ketaatan Nabi Ilyasa telah terlihat sejak ia masih kecil. Nabi Ilyasa telah sering mengikuti Nabi Ilyas berdakwah. Oleh karena itu, Nabi Ilyasa mendapat kepercayaan dari Nabi Ilyas untuk menggantikannya.

Setelah Nabi Ilyas wafat, Nabi Ilyasa meneruskan dakwahnya. Ketika itu, sebagian kaum Nabi Ilyas masih ada yang menyembah berhala. Mereka melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah. Mereka tidak mau menerima agama yang dibawa oleh Nabi Ilyasa. Meskipun demikian, Nabi Ilyasa tetap sabar dan tidak berputus asa. Nabi Ilyasa tetap bertekad untuk membawa kaumnya hanya menyembah kepada Allah swt.

Sebagian kaum Bani Israil ada yang menjadi pengikut Nabi Ilyasa. Mereka hidup rukun dan damai hingga Nabi Ilyasa wafat. Mereka sangat sedih dengan wafatnya Nabi Ilyasa.

Setelah sekian lama Nabi Ilyasa wafat, mereka mulai meninggalkan ajaran Nabi Ilyasa. Semakin lama, mereka semakin kufur terhadap Allah swt.