Kisah Lengkap John Stith Pemberton Sosok Penemu Coca-cola

On Tuesday, May 07, 2019
John Stith Pemberton

John Stith Pemberton

John Pemberton lahir pada 8 Juli 1831 di Knoxville, Georgia, dan menghabiskan banyak masa kecilnya di kota Roma, di kaki bukit Appalachia, Georgia. Ayahnya bernama James C Pemeberton dan ibunya, Martha L Gant. Pertama Dunia Di kota Roma itulah dia bersekolah, sampai akhirnya dia memilih menempuh pendidikan di Reform Medical College of Georgia, mengambil jurusan bidang farmasi dan kedokteran. Dia dilatih sebagai "steam doctor" oleh dokter sekaligus herbalis Samuel Thomson.

Steam doctor merupakan istilah bagi perawatan medis dengan herbal dan mandi uap untuk membantu pasien terbebas dari penyakit dengan berkeringat banyak. Pemberton mampu menyabet gelar pada usia 19 tahun. Kemudian, dia memperoleh gelar farmasi yang lebih konvensional di Philadelphia. Dia bertemu dengan seorang mahasiswi Wesleyan College di Macon bernama Ann Eliza Clifford Lewis. Keduanya menikah pada 1853 dan memiliki seorang putra, Charles Ney Pemberton, setahun kemudian. Mereka tinggal di Pemberton House di Columbus.

Penemuan Coca-Cola

Coca-Cola
Meskipun konsumsi berlebihan minuman berkarbonasi dianggap menimbulkan risiko kesehatan, menariknya, orang yang menemukan Coca-Cola adalah seorang apoteker!

Dr. John Stith Pemberton, seorang ahli farmasi lokal dari Atlanta, AS, adalah yang menemukan Coca-Cola. Dia membuat resep pertamanya dalam tiga ketel kuningan di halaman belakang rumahnya. Pemberton lantas membawa minuman racikannya ke apotek Jacob dan mulai mempromosikannya.

Minuman ini pertama kali dijual di apotek yang sama pada 8 Mei 1886. Sekitar sembilan porsi minuman terjual setiap harinya dengan harga 5 sen untuk setiap porsi. Sebelum menemukan resep Coca-Cola, John S. Pemberton telah lama terobsesi menemukan obat sekaligus minuman yang bisa menyembuhkan berbagai keluhan. Selama masa itu, laporan tentang manfaat kesehatan dari tanaman coca (koka) telah banyak tersebar.

Coca dikenal sebagai stimulan, afrodisiak dan juga memiliki sifat melancarkan pencernaan. Dengan begitu banyak kegunaan, coca menjadi tanaman yang dicari Pemberton. Angelo Mariani, seorang Korsika telah lebih dulu membuat anggur coca (coca wine), yang disebut Vin Mariani dan mendapat sukses besar di Eropa.

Banyak selebriti, termasuk Thomas Edison, Ratu Victoria dan bahkan tiga Paus diyakini menjadi penyuka minuman ini. Didorong oleh keberhasilan Vin Mariani, Pemberton meluncurkan merek sendiri – Pemberton’s French Wine Coca yang dia diiklankan sebagai ‘minuman intelektual’.

Selain eksrak daun coca, Dr Pemberton juga menggunakan kacang kola dalam minuman ini. Namun, seiring munculnya ‘gerakan kesederhanaan’ di AS, Pemberton segera menyadari bahwa tidak mungkin baginya menjual minuman yang didasarkan pada alkohol.

Oleh karena itu, dia mulai bekerja untuk menemukan formula minuman yang memiliki ekstrak daun coca dan kacang kola tetapi tidak memiliki kandungan alkohol. Akhirnya pada tahun 1886, dia berhasil menemukan formula sirup yang kemudian menjadi resep minuman Coca-Cola awal.

Awal Nama Coca-Cola

Sekretaris Dr. Pemberton, Frank Robinson, adalah yang mengusulkan kata Coca-Cola.

Nama Coca-Cola diambil sebagai gabungan dari dua bahan utama pembuat minuman ini yaitu daun coca dan kacang kola. Huruf ‘k’ pada kacang kola lantas diganti menjadi huruf ‘c’ agar lebih seirama.

Frank Robinson lebih lanjut meyakinkan Pemberton untuk mengiklankan minuman hasil kreasinya. Robinson yang dikenal memiliki tulisan tangan yang bagus selanutnya juga menggunakan bakatnya untuk merancang logo populer Coca-Cola.

Namun, tahun pertama bisnis tidak berlangsung mulus. Meskipun memiliki potensi, minuman ini gagal mendapatkan tempat yang layak di pasar. Faktor kegagalan sebagian dipicu oleh keterampilan bisnis Pemberton yang kurang mumpuni, sementara kondisi kesehatan Pemberton yang menurun juga disinyalir turut berkontribusi.

Pada tahun 1887, Pemberton menjual hak formula Coca-Cola ke apoteker dan pengusaha Atlanta lain, Asa Candler, seharga $ 2.300.

Pada tahun 1892, Candler membentuk sebuah perusahaan di Georgia bernama ‘The Coca-Cola Company’.

Karena pemasaran yang agresif dan ketajaman insting bisnis Asa Candler, pada tahun 1890-an Coca-Cola telah memantapkan dirinya sebagai salah satu minuman paling populer di Amerika Serikat.

Awal abad ke-20 menyaksikan minuman ini mampu melintasi perbatasan negara untuk dijual di Kanada.

Sekitar waktu yang sama, Coca-Cola memulai praktek menjual sirup (ekstrak) minuman kepada perusahaan pembotolan independen, model yang masih diikuti oleh industri minuman ringan hingga saat ini.

Sungguh ironis bahwa penemu Coca-Cola, Dr Pemberton, meninggal dua tahun setelah menciptakan minuman legendaris ini dan tidak sempat menyaksikan keberhasilan penemuannya.

John Stith Pemberton Wafat

Meski awalnya tidak begitu populer, Pemberton tahu produknya akan laku di kemudian hari, dan menjual hak resep rahasianya kepada rekan bisnisnya di Atlanta. Masalah lain yang dialami Pemberton adalah Coca Cola tidak menyembuhkan ketergantungannya akan morfin dan hal ini membuat kondisi kesehatan Pemberton semakin cepat menurun.

Mahalnya morfin juga dengan cepat menyedot uang Pemberton yang berusaha memuaskan kecanduannya. Karena hal ini juga, pada saat dia meninggal akibat kanker perut pada 1888, John Pemberton telah jatuh miskin.