Kisah Dua Pembangun Piramida

On Thursday, May 02, 2019
Kisah Inspiratif
Alkisah di zaman Mesir Kuno, ada seorang Firaun (Pharaoh) yang memerintahkan dua orang untuk masing – masing membangun sebuah piramida. Mereka adalah Azur dan Chuma. Firaun (Raja Mesir) ini menjanjikan bagi mereka yang bisa menyelesaikan piramida tersebut maka akan diberikan hadiah kekayaan seumur hidup, sehingga mereka tidak perlu bekerja lagi. Syaratnya, piramida tersebut harus dibangun seorang diri.

Azur tidak membuang waktu. Dia langsung bekerja di sebidang tanah yang telah disediakan. Setelah merancang bangunan secara sederhana, dia kemudian mulai menggali pondasi piramida. Dia bekerja keras untuk membuat agar pondasi tersebut kokoh. Setelah itu dia mulai mengangkat batu untuk membuat lantai dasar piramida. Dia bolak – balik menyusun dan menggotong batu – batu tersebut membentuk lantai dasar piramida. Luar biasa, dalam waktu singkat dasar piramida sudah jadi dalam beberapa minggu. Penduduk setempat mulai memuji – muji Azur.

Azur mulai mengintip sejauh apa progress yang dimiliki Chuma. Namun betapa terkejutnya Azur saat mengetahui bahwa sebidang tanah milik Chuma masih kosong plong! Chuma belum melakukan apapun!

“Bodoh sekali si Chuma itu! Dia tidak tahu betapa banyaknya waktu yang diperlukan untuk membangun piramida! Jika dia belum mulai bulan depan, maka aku pasti bisa unggul!” kata Azur merasa jumawa.

Benar saja, Azur selama beberapa bulan berikutnya berhasil membuat lapisan kedua piramida. Dia masih mengerjakan dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Dia pecah dan potong batu sesuai ukuran, kemudian diangkat dan disusunnya batu itu satu per satu. Setelah sebulan, selesailah lantai kedua dan ketiga dari piramidanya. Orang – orang semakin memuji Azur, apalagi saat mengetahui bahwa hingga tahun pertama, piramida Chuma masih benar – benar kosong melompong!

Azur kemudian mengunjungi Chuma. Apa yang dia lihat kemudian adalah banyaknya corat – coretan Chuma yang berbentuk seperti piramida. “Hoi, Chuma. Kalau kamu ingin piramida itu cepat selesai, segeralah dibuat!” kata Azur.

Chuma hanya berkata, “tinggalkan aku sendiri. Aku sedang berusaha membuatnya saat ini.”

Azur hanya tertawa melihat Chuma. Dia menyimpulkan bahwa sepertinya Chuma belum menemukan desain yang pas untuk piramidanya. Azur pun kemudian kembali untuk mengerjakan piramidanya.

Tahun kedua, Azur memiliki tantangan berat. Saat ini, dia ingin menyelesaikan lantai keempat. Tidak seperti lantai sebelumnya, lantai keempat ini begitu menguras stamina saat Azur mencoba untuk mengangkatnya. Pekerjaannya pun melambat. Selama 4 bulan, dia hanya berhasil mengerjakan seperempat lantai saja.

Akhirnya, dia memutuskan untuk melatih fisiknya agar lebih kuat. Azur mencari informasi bagaimana cara meningkatkan stamina. Dia melakukan ubah pola makan, berolahraga khusus untuk meningkatkan staminanya. Latihan itu membutuhkan waktu 6 bulan untuk memastikan bahwa Azur kuat untuk mengangkat batu ke lantai 4.

Akhirnya, di akhir tahun kedua selesailah lantai keempat Azur setelah mengikuti pelatihan yang intensif dan melelahkan. Namun, Azur masih bisa berbangga karena Chuma hingga akhir tahun kedua belum melakukan apapun!

Tahun ketiga, Azur mulai memasuki pembangunan lantai kelima. Namun, sekali lagi semakin tinggi lantai yang Azur bangun, semakin lelah tubuhnya. Maka, dia menghabiskan waktu dan banyak emas untuk meningkatkan stamina tubuhnya. Dia berguru diet eksotis agar dapat menyelesaikan piramida itu. Setelah dia merasa kuat, dia meneruskan pembangunan piramida lantai selanjutnya. Begitu terus hingga akhirnya pembangunan piramidanya semakin lambat. Untuk setiap lantai bagian atas, kurang lebih dia membutuhkan waktu 2 tahun.

Azur merasa optimis saat mengetahui bahwa piramidanya sebentar lagi jadi, dia memproyeksikan bahwa kurang lebih 5 tahun lagi piramidanya selesai. “Si bodoh Chuma itu akan tersungkur saat dia tahu bahwa piramidaku akan jadi.”

Namun alangkah terkejutnya Azur saat dia sedang bekerja tiba – tiba dia mendengar suara dentuman keras di sekitar piramidanya. Ternyata, Chuma baru mulai mengerjakan piramidanya!

Namun, yang membuat Azur terkejut adalah:

Chuma membawa sebuah alat menyerupai crane setinggi 8 meter yang belum pernah ada sebelumnya. Alat tersebut terbuat dari tiang, kayu, batu, dan tambang yang dapat berfungsi sebagai katrol untuk meletakkan dan memindahkan batu – batu piramida.

Apakah yang terjadi? Azur perlu waktu setahun untuk membangun dasar piramidanya. Dengan alat tersebut, Chuma hanya perlu waktu seminggu! Bila Azur membangun 5 lantai piramida membutuhkan waktu 3 tahun, Chuma hanya perlu waktu 6 bulan! Ternyata, Chuma dapat mengerjakan 30x lebih cepat dari apa yang dikerjakan Azur dengan menggunakan mesin tersebut. Azur pun merasa hancur, saat apa yang mulai dia kerjakan selama bertahun – tahun mulai disusul oleh Chuma.

Total Chuma menyelesaikan pekerjaan membangun piramida itu adalah 6 tahun, di mana 3 tahun merupakan masa perencanaan dan perakitan alat, dan 3 tahun masa pengerjaan. Sementara Azur, yang sudah 10 tahun mengerjakan piramida belum mencapai 80% dari target pembangunan. Azur terus-menerus bekerja keras, melatih stamina, lalu bekerja keras lagi sama seperti sebelumnya. Tragis bagi Azur, piramidanya tidak pernah selesai karena dia terkena serangan jantung saat piramida menyisakan 2 lantai lagi. Azur mencoba untuk mengandalkan tubuhnya sendiri, sementara Chuma dengan gemilang membiarkan sistem yang bekerja untuknya.

Chuma, mendapatkan kekayaan seumur hidup pada usia 26 tahun. Berkat alat yang dia rancang dan selesaikan, walaupun di awal dia diejek tidak karuan namun pada akhirnya Chuma lah yang memenangkan tantangan ini.

Sumber : http://arryrahmawan.net/kisah-inspiratif-dua-orang-pembangun-piramida/