Kisah Bill Gates dan Awal Mula Microsoft

On Thursday, May 02, 2019

Bill Gates

William Henry Gates III atau lebih terkenal dengan sebutan Bill Gates, lahir di Seatle, Washington pada tanggal 28 Oktober 1955. Ayah Bill, Bill Gates Jr., bekerja di sebuah firma hukum sebagai seorang pengacara dan ibunya, Mary, adalah seorang mantan guru. Bill adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak kecil Bill mempunyai hobi “hacking”,bahkan hingga kini pun kegiatan ini masih sering dilakukannya bila ia sedang “berpikir”.

Bill kecil mampu dengan mudah melewati masa sekolah dasar dengan nilai sangat memuaskan, terutama dalam pelajaran IPA dan Matematika. Mengetahui hal ini orang tua Bill, kemudian menyekolahkannya di sebuah sekolah swasta yang terkenal dengan pembinaan akademik yang baik, bernama “LAKESIDE”. Pada saat itu , Lakeside baru saja membeli sebuah komputer, dan dalam waktu seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa siswa lainnya (sebagian besar nantinya menjadi programmer pertama microsoft) sudah menghabiskan semua jam pelajaran komputer untuk satu tahun.

Kemampuan komputer Bill Gates sudah diakui sejak dia masih bersekolah di Lakeside. Dimulai dengan meng”hack” komputer sekolah, mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan dua hackers lainnya disewa oleh Computer Center Corp. untuk menjadi tester sistem keamanan perusahaan tersebut. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan untuk menggunakan komputer perusahaan. Menurut Bill saat itu lah mereka benar- benar dapat “memasuki” komputer. Dan disinilah mereka mulai mengembangkan kemampuan menuju pembentukan micr*soft, 7 tahun kemudian.

Selanjutnya kemampuan Bill Gates semakin terasah. Pembuatan program sistem pembayaran untuk Information Science Inc, merupakan bisnis pertamanya. Kemudian bersama Paul Ellen mendirikan perusahaan pertama mereka yang disebut Traf-O-Data. Mereka membuat sebuah komputer kecil yang mampu mengukur aliran lalu lintas. Bekerja sebagai debugger di perusahaan kontrkator pertahanan TRW, dan sebagai penanggungjawab komputerisasi jadwal sekolah, melengkapi pengalaman Bill Gates.

Musim gugur 1973, Bill Gates berangkat menuju Harvard University dan terdaftar sebagai siswa fakultas hukum. Bill mampu dengan baik mengikuti kuliah, namun sama seperti ketika di SMA, perhatiannya segera beralih ke komputer. Selama di Harvard, hubungannya dengan Allen tetap dekat. Bill dikenal sebagai seorang jenius di Harvard. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill adalah programmer yang luar biasa jenius, namun seorang manusia yang menyebalkan.

Masa Muda Bill Gates

Gates di masa muda ternyata dikenal sebagai sosok yang bandel dan tidak tahu aturan. Gayanya pun urak-urakan, teman-temannya kerap menyebut Gates dengan gaya ‘hipster’. Meski begitu, ia sudah dikenal jenius di masa kecilnya.

Pada usia 13 tahun, Gates menuntut ilmu di sekolah Lakeside School. Ia sering membaca buku dan dinobatkan sebagai siswa berprestasi. Namun di luar sekolah, Gates sering kebut-kebutan naik motor. Tak jarang ia berurusan dengan polisi.

Dikutip Business Insider, ia juga tidak suka dikontrol orangtuanya. Di sebuah acara makan malam, Gates sempat berkata kasar kepada ibunya saat bertengkar. Ayahnya kontan melempar botol minum ke wajah Gates.

Karena kerap bertengkar, Gates akhirnya dibawa ke seorang psikolog. Menurut penuturan sang psikolog, dalam sebuah pertengkaran biasanya si anak akan menang. Orangtua Gates juga disarankan untuk tidak terlalu mengekangnya.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk tak lagi mengontrol Gates dan membiarkannya tumbuh mandiri. Gates pun sering menginap di rumah temannya untuk menyalurkan hobi mengutak-atik komputer.

Ia pernah menginap beberapa malam di University of Washington untuk main komputer cuma-cuma. Bahkan, ia pernah bekerja paruh waktu sebagai programmer di daerah Washington.
Masa Muda Bill Gates
Dan beranjak di usia 20 tahun, Gates malah tambah nakal. Ia pernah ditangkap polisi karena mengebut dan melebihi batas kecepatan di wilayah Albuquerque, New Mexico. Ia bahkan belum punya SIM.

Seperti yang dituturkan Paul Allen, sahabat Gates yang juga pendiri Microsoft, ia memang suka kebut-kebutan dan ‘langganan’ berurusan dengan polisi.

“Itu adalah pelampiasannya karena ia bekerja keras untuk membangun Microsoft,” kenang Allen.

Tak hanya itu, Gates juga memutuskan drop out dari tempat ia mengemban studi, Harvard University. Alasannya meninggalkan bangku universitas adalah ingin membangun Microsoft bersama Allen.

Keputusan Gates hengkang dari Harvard ternyata memang tepat. Tak lama setelah itu, ia mengembangkan Microsoft yang kemudian berhasil menjadi produsen software komputer paling besar di dunia.

“Langkah yang saya ambil, saya rasa membuahkan hasil. Jika kita ada di tempat dan waktu yang tepat untuk menciptakan teknologi baru, namun tidak memiliki aksi, maka kita tidak akan pernah bisa sukses,” kata Gates.

Persaingan Microsoft Dengan Apple

Apple Vs Microsoft
Coba saja masuk ke situs YouTube dan mengetikkan kata kunci seperti "Mac vs PC", "I'm a Mac, I'm a PC" atau "Get a Mac". Nah, Anda akan mendapatkan puluhan klip iklan ini yang siap dilihat.

Iklan ini sederhana, unik, dan kreatif. Penggarapannya sangat minimalis, hanya menampilkan dua orang sebagai karakter utama yang saling bicara satu sama lain dengan latar-belakang tempat yang warnanya putih semua. 

Karakter yang pertama tubuhnya ramping dan pakaiannya kasual: sepatu sneaker, celana jins, dan t-shirt polos berwarna gelap. Karakter satunya lagi tubuhnya agak gemuk, mengenakan kacamata, dan berpakaian resmi yaitu jas lengkap dengan dasi.

Kalau Anda tahu sosok Steve Jobs dan Bill Gates, kira-kira seperti itulah penampilan kedua karakter yang ada di iklan ini. Karakter pertama mirip Steve Jobs muda yang minus kacamata, kumis, dan brewok, sementara karakter kedua mirip Bill Gates. 

Karakter pertama namanya "Mac Guy", diperankan oleh aktor Justin Long, sementara karakter kedua namanya "PC Guy" dan diperankan oleh seorang penulis dan humoris bernama John Hodgman. Iklan ini punya banyak seri. Keseluruhannya ada sekitar 50 iklan. Selain versi Amerika dengan para pemeran di atas, iklan ini juga ada versi Inggris dan Jepangnya. 

Di kedua negara tersebut, orang yang memerankan kedua karakter tadi merupakan aktor-aktor lokal di kedua negara. Tapi secara keseluruhan iklannya sebenarnya sama, cuma beda pemeran saja.

Nah, iklan yang dibuat oleh advertising agency TBWA-Media Arts Lab ini selalu dibuka dengan karakter Mac Guy memperkenalkan diri dengan mengucapkan kalimat "Hello, I'm a Mac..." disusul karakter PC Guy yang mengucapkan kalimat "...And I'm a PC". Tiap seri iklan punya plot serupa. Kedua karakter tadi pertama-tama memperkenalkan diri, lalu saling bicara tentang diri mereka masing-masing.

Perbandingan kemampuan dan atribut masing-masing merupakan metafora dari komputer Mac dan PC. Karena ini memang iklan dari Apple, Mac Guy selalu digambarkan lebih unggul dibandingkan PC Guy. Pada iklan versi "Virus" misalnya, PC Guy digambarkan sedang terkena demam dan mengingatkan Mac Guy agar menjauhinya, sambil berkata "ada 114 ribu virus yang dikenal untuk PC." 

Mac Guy menjawab bahwa virus yang menyerang PC Guy tidak akan mempengaruhinya. PC Guy yang sedang demam akhirnya jatuh pingsan ke lantai, seakan menggambarkan situasi crash yang biasa terjadi jika sebuah PC terkena virus komputer.

Versi lainnya sama saja, Mac Guy selalu lebih unggul dan tampak keren. Pada versi "Restarting", ketika Mac Guy dan PC Guy sedang saling bicara, PC Guy tiba-tiba terdiam dan mengulangi pembicaraan sebelumnya. Itu seolah menyindir PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows yang sering nge-hang dan kadang terpaksa di-restart.

Agak nyelekit memang, namun bisa membuat kita tersenyum karena disampaikan dengan nada humor. Seri iklan yang pertama kalinya diluncurkan pada 2 Mei 2006 dan masih terus diproduksi versi barunya sampai sekarang. Seri terakhir diluncurkan pada 18 Agustus 2008 lalu. Memang iklan tersebut sudah jadi fenomena tersendiri.

Steve Jobs dan Bill Gates, yang asli, bahkan sempat membahas soal seri iklan "Mac vs. PC" ini. Bill Gates dikabarkan tidak menyukai seri iklan tersebut. Ia sempat mengemukakan hal ini saat diwawancarai Steven Levi, editor senior Newsweek International, yang juga sering meliput perkembangan Apple, pada Februari 2007.

Namun, pada acara "D: All Things Digital Conference" pada 31 Mei 2007 yang menghadirkan Steve Jobs dan Bill Gates pada satu panggung, keduanya justru sempat menanggapi iklan tersebut dengan nada ringan. Pada acara yang diselenggarakan oleh The Wall Street Journal itu, Jobs berkata, "The art of those commercials is not to be mean, but it's actually for the guys to like each other...PC guy is great, he's got a big heart." 

Ini kemudian ditimpali oleh Gates sambil tersenyum, "His mother loves him." Kedua orang ini, Steve Jobs dan Bill Gates, walaupun bersaing sejak dulu, namun memang saling menghormati satu sama lain.  Jobs menghormati Gates atas peranannya dalam merintis dan mengembangkan industri perangkat lunak. Sementara Gates memuji kemampuan Jobs dalam memimpin pasar dengan mengembangkan produk yang inovatif.

Apa yang bisa dipelajari dari kisah ini? Ini menunjukkan bahwa karakter sebuah brand harus di-Clarify dalam benak konsumen. Caranya bukan sekadar dengan membuat slogan atau tagline, seperti yang biasa dilakukan dalam membangun positioning. 

Namun dengan memperjelas karakter brand tersebut. "Clarifying your persona" inilah yang menjadi salah satu ciri khas dari New Wave Marketing