Jono Kena Hukuman

On Saturday, May 11, 2019
Jono Kena Hukuman
Jono adalah seorang murid kelas 2 SMA.

Ia boleh dibilang sebagai anak gaul, suka nongkrong, suka dandan necis, suka nge-band, membolos, dan merokok.

Entah mengapa ketika ia melakukan hal-hal tersebut ia merasa sangat keren terutama bila berhadapan dengan perempuan.

Padahal, banyak anak perempuan yang sekolah di SMA tersebut alergi rokok. Apapun itu, Jono tetap menikmati dirinya sebagai anak ‘nakal’.

Hari itu hari senin dan seperti biasa setiap senin akan diadakan upacara bendera yang dimulai pukul 7 pagi dan selesai sekitar pukul 8 atau lebih. Kemudian, pelajaran akan di mulai pada pukul 9 pagi.

Jono dan beberapa teman-teman nongkrongnya tentu malas mengikuti upacara. Maka mereka memilih untuk nongkrong di warung kopi yang tak jauh dari sekolahan itu.

Setiap senin mereka selalu menitipkan motor di warung kopi tersebut dan ketika waktu sudah menunjukkan pukul setengah Sembilan, mereka bersama-sama berjalan kaki menuju belakang sekolah, memanjat tembok dan masuk kelas.

Sebetulnya bagian atas dari tembok itu telah dipasangi pagar berduri, tapi karena ulah anak-anak nakal di sekolah itu yang tergabung dalam aliansi tukang bolos, pagar duri itu di potong di salah satu bagian tempat mereka sering memanjat.

Tak lupa mereka juga membuat beberapa lubang di tembok luar sekolah untuk memudahkan mereka memanjat.

Hari itu Jono dan teman-teman sedang apes.

Mereka bergiliran satu-persatu memajat tembok belakang sekolah dan melompat turun. Tumben sepi sekali mereka melakukannya.

Ternyata oh ternyata, ada seorang guru yang menunggu di balik tembok dan menyuruh mereka yang sudah masuk duluan untuk diam dan berbaris di sana.

Terakhir adalah giliran Jono, si keren yang sok bandel, ia memanjat sambil masih menyalakan rokok di bibirnya. Tentu saja ia ketangkap basah membolos plus merokok di lingkungan sekolah.

Bila yang lain hanya kena hukuman lari lapangan basket 2 kali, Jono harus ikut pula ke ruang bimbingan konseling.

Di ruangan itu hanya ada Jono dan pak guru BK yang sangat galak dan di takuti lantaran tubuhnya yang tinggi, besar, hitam, sekaligus pelatih karate di sekolahnya.

Guru itu mulai memarahi Jono, “Kamu itu mau jadi jagoan ya di sekolah! Sudah jelas di sini ada larangan merokok masih saja kamu langgar. Kamu itu mau belajar jadi anak terdidik atau mau belajar merokok? Kalau mau belajar merokok ya jangan tanggung-tanggung, sini bapak ajari. Habiskan rokok itu!

Pak guru itu menyodorkan sebungkus rokok kretek kepada Jono.

Jono hanya diam saja dan ragu-ragu untuk merespon hukuman pak guru tersebut.

“Kenapa malah bengong, hayo habiskan rokok itu” pak guru mulai bersuara lagi.

Jono akhirnya memberanikan diri membuka bungkus rokok tersebut, mengambil sebatang rokok dan menyalakannya. Ia menghisap rokok tersebut lalu menghembuskan asapnya.

Lantas pak guru menegurnya, “Kenapa kamu keluarkan asapnya! Telan! Jangan sampai kamu mengeluarkan asap rokok yang kamu hisap!”

Jono mencoba menelan asap rokok itu, ia terbatuk-batuk saat melakukannya, mukanya merah padam dan matanya berair.

“Jangan berhenti. Telan asap rokok itu! Jadi perokok jangan tanggung-tanggung, kamu harus bisa melakukannya.” Jono memaksakan diri sekali lagi dan masih terbatuk-batuk.

“Dasar amatir sok jago! Masih saja batuk-batuk kok berani-beraninya gaya-gayaan merokok di sekolah! Lakukan dengan benar” Bentak pak guru.

Satu batang telah habis. Akhirnya Jono berhasil menelan asap rokok itu dan lega karena mungkin hukuman akan berakhir.

Ternyata tidak, “Ambil satu lagi” perintah pak guru.

Jono menghabiskan satu batang lagi, “sudah selesai pak” kata Jono lemas, dadanya sesak dan perutnya panas.

“Selesai apanya, itu masih ada 10 batang di bungkus rokoknya. Habiskan baru kamu boleh masuk kelas.”

Mau tak mau Jono menuruti perintah gurunya. Dengan pelan-pelan ia mencoba keras menghabiskan satu bungkus rokok kretek dari gurunya. Baru sampai 7 batang rokok, perut Jono kesakitan.

“Sakit perut pak” Ujar Jono.

“Halah jangan banyak alasan” bentak pak guru.

Pada waktu yang bersamaan, guru seni musik perempuan yang menjadi idola di sekolah karena kecantikannya, sekaligus karena ibu guru itu masih lajang, masuk ke ruangan BK untuk mengantarkan dokumen.

“Selamat pagi…oh, sedang ada pasien ya pak?” Sapa bu guru cantik itu.

“Biasa bu, anak bandel minta pelajaran tambahan.” Ujar pak guru.

Jono sangat tidak nyaman dengan perutnya. Tak tahan ia dengan perutnya terlebih karena kedatangan orang lain di ruangan itu.

Saking tidak kuat menahan sakit, akhirnya Jono menyerah, ia keluarkan lepas bebas kentut dari dalam perutnya yang sejak tadi terasa panas.

Kentut Jono bukan kentut biasa, tak hanya bunyinya yang keras dan panjang namun kentut itu disertai banyak asap dan bau bangkai terbakar.

Mendadak ruangan itu penuh dengan asap dan bau bangkai gosong yang keluar dari celah-celah celana Jono.

Bu guru cantik buru-buru keluar ruangan sambil muntah-muntah, pak guru galak menyusul setelahnya.

Jono juga berlari kecil keluar ruangan sambil memegangi pantatnya dengan sisa sedikit asap yang keluar dari celananya.

“Astaga Jono, apa pula kentut kamu ini! Apakah kentutmu selalu seperti ini?” tanya pak guru keheranan.

“Maaf pak, baru kali ini kentut saya berasap. Mungkin karena saya menelan banyak sekali asap rokok maka kotoran dalam perut saya jadi terlalu matang dan hangus, jadi baunya seperti ini pak.” Jawab Jono polos sambil menangis malu.